****
Takkan henti jarum jam berputar, hitungan hari juga tak boleh berhenti di Hari Minggu. Jarak tak boleh berhenti sampai ratusan kilo meter. Rindu Audelia terus memacu waktu, hari dan jarak untuk bertemu Yorince anaknya.
Siang itu putus asa hampir menguasainya. Seluruh tempat ia mengadu hanya menghasilkan tambahan kekecewaan.
Sedikit bahagia mendengar kabar, Komnas HAM RI, telah menerima pengaduan, tentang anaknya yang hilang, dengan nomor pengaduan 70.516. Namun keberlanjutan pengaduan tersebut dan berbagai laporan yang telah ia layangkan pada berbagai pihak tak ada perkembangan.
Air mata hampir mengering. Ingin rasanya mengucapkan makian pada nasib. Tapi untuk apa? Itu takkan mengantar Yorince pada pangkuannya.
Batinnya bergejolak, mendengar kabar Rosa Tanone, teman Yorince pulang dari Malaysia.
12 Desember 2010, Audelia menuju Camplong, tempat tinggal Rosa, sekedar ingin tahu apakah Rosa pernah bertemu anaknya di Malaysia.
Sedikit ceritera Rosa membangkitkan lagi semangat dan kerinduan. Rosa menceriterakan, ia pernah bertemu Yorince pada Bulan Oktober 2010, saat akan pulang dari Malaysia.
Pertemuan itu berlangsung di Agensi Pekerjaan MN SDN BHD (392142-T), yang beralamat di Jalan SS 21/35, Damansara Utama, 47400 Pataling Jaya, Selangor Darul Ehsan, dengan Nomor Telephone 03-7722 2333.
Batin Audelia berkecamuk. Anaknya Yorince masih berada di Malaysia. Berbeda dengan yang disampaikan PT. Gasindo Bualasari bahwa anaknya berada di Indonesia. Lalu, dengan siapa saat itu PT. Gasindo Bualasari memfasilitasinya berbicara di telephone?
Rosa menceriterakan, Yorince melarikan diri dari majikan yang ditempatkan PT Gasindo Bualasari karena sering disiksa dan tak pernah diberi upah selama bekerja.
Segera Audelia mengisi pulsa HP, mencoba menelephone nomor yang diberikan Rosa. Berulang kali dicoba, nomor yang dituju selalu sibuk. Sekali berhasil ia hubungi, pembicaraan singkat terjadi, Audelia menanyakan apakah disana ada tenaga kerja wanita bernama Yorince Mella? Si penerima telephone hanya menjawab tak mengenal. Dalam keputusasaannya ia berpesan pada penerima telephone, apakah bisa mengecek lagi? Besok ia akan menelphone kembali. Bukannya jawaban yang ia terima, telephone langsung dimatikan dari seberang.
Karena jaringan seluler tidak menjangkau Desa Netemnanu, esok harinya Audelia menumpang ojek dari Netemnanu ke Camplong agar bisa menelephone lagi. Hasil yang didapat selalu sama, tidak ada tenaga kerja dengan nama Yorince Mella. Begitu seterusnya hingga ia kembali menelephone dan selalu mendengarkan jawaban yang sama, kadang ia dibentak dari seberang.
Saat bertemu, Rosa menginformasikan bahwa kadang perusahaan yang mengirimkan tenaga kerja mengganti nama si tenaga kerja, bahkan memalsukan identitasnya hingga usia.
Mungkin inilah alasan mengapa si penerima telephone tak mengenal anaknya Yorince, pikir Audelia.
Tak terhitung berapa kali ia menelephone, menerima jawaban yang sama dan kembali ke kampung dengan kekecewaan yang sama. Audelia akan terus berusaha menemukan anaknya. Mungkin hari ini tidak, besok juga tidak. Tapi ia yakin suatu saat Yorince akan ia temukan, memeluknya dan berkata “jangan pergi lagi anak ku”.
Oleh : Jan Windy
Baca Juga : Kembalikan Anak Kami


mari bersama, kita bantu ibu ini dan ibu-ibu yang lain, menemukan anaknya.