KoAR NTT Laksanakan “1000 Senyum untuk Anak Kupang”

Nusa Tenggara Timur

pelaksanaan Trauma Healing bagi 152 anak korban kekerasan

Sabtu, 18 Februari 2012, bertempat di Aula Serbaguna YAO, Tarus-Kupang, Komunitas Akar Rumput (KoAR) NTT melaksanakan Trauma Healing untuk 152 anak korban kekerasan, dalam sebuah rangkaian kegiatan yang berthemakan “1000 Senyum untuk Anak Kupang”. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama KoAR NTT, PAKTA, LINTAS dan Komnas Perlindungan Anak.

Kegiatan ini diawali dengan tarian tradisional “Kua Kiku” ayang berarti Memanggil Pagi dari komunitas anak binaan KoAR di Baun, dan diikuti dengan fragmen singkat dari SD Baun I yang menceriterakan bagaimana seorang anak bangkit melawan ketidakadilan pada dirinya.

Aris Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak, dalam sambutannya mengatakan bahwa anak dalam tumbuh kembangnya perlu mendapatkan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, oleh karena itu kelompok advokasi menjadi sangat penting keberadaaannya, apalagi dipelopori oleh kelompok muda seperti KoAR NTT.

Roostien Ilyas, Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, dalam sambutannya mengatakan bahwa berada ditengah anak-anak yang ceria, membuatnya merasa bahagia dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat bila anak-anak mendapat tempat berkreasi dan bertumbuh dalam masa tumbuh kembangnya, jauh dari berbagai tindak kekerasan.

Gubernur NTT dalam sambutannya yang dibacakan oleh Erni Napu dari Biro Pemberdayaan Perempuan NTT, berterima kasih kepada KoAR NTT dan PAKTA yang telah melaksanakan kegiatan ini, kedepan diharapkan ada kerjasama yang berkelanjutan antara Pemda NTT dengan KoAR NTT, melalui dana stimulan untuk melakukan advokasi dan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan anak bagi seluruh komponen masyarakat sampai ke akar rumput.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan trauma healing dengan metode hipnotherapis, para anak dibawa kealam bawah sadarnya, dikuti dengan mengeluarkan energi negatif, dan memasukan energi positif dalam diri mereka.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Lintas Trauma Healing, dilanjutkan dengan melatih tim KoAR NTT untuk juga dapat melakukan trauma healing dengan metode hipnotherapis selepas kegiatan tersebut yang berlangsung di Aula Hotel Grenia Kupang.

Jan Pieter Windy, Koordinator KoAR NTT dalam penutupan kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini tidak berhenti hanya sampai disini saja, KoAR yang telah melatih diri untuk juga dapat melakukan healing, akan melanjutkan kegiatan serupa pada anak-anak di NTT, tentunya dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi daerah ini.

Hipnotherapis bukanlah sesuatu yang magic, ini dipakai juga dalam ilmu kesehatan untuk efek penyembuhan psikis, karena yang paling sulit dipulihkan pada anak korban kekerasan bukan fisiknya tetapi psikisnya.

Selama ini kita minim tenaga therapis, sehingga hanya ada konseling, testimoni, dan pengobatan fisik, sementara si korban, psikisnya masih dibiarkan trauma dalam waktu yang berkepanjangan. Metode therapis akan kami kembangkan di NTT agar psikis anak juga diobati.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan penampilan group suffle, tarian tradisional, fasion busana tradisional, musik humanis, yang semuanya dilakukan oleh komunitas-komunitas binaan KoAR NTT.